.

.

Apabila kita bayangkan bagaimana realita orang-orang yang hidup di zaman 50 tahun kebelakang dibanding zaman skarang otomatis kita akan terharu sekaligus gembira secara bersamaan. Di zaman serba digital sekarang ini , semua komponen hidup bisa secara instan kita nikmati. Mulai dari kebutuhan primer, keinginan meningkatkan taraf hidup, hingga kisah asmara pun bisa kita dapatkan aksesnya. Bandingkan dengan era kakek atau ayah kita saat seusia kita sekarang. Untuk meraih ketiga hal tadi mesti berusaha dengan tenaga dan waktu yang lebih lama dibanding zaman keemasan seperti sekarang.

Contohnya saja ayah saya, demi bisa menyambung sekolahnya, ayah saya berjualan bermacam jajanan kue dengan rela berpanas-panasan setelah pulang sekolah. Tidak seperti sekarang. Anak-anak remaja bisa dengan mudah menjadi penjual dan reseller suatu produk dan cukup menjualnya secara online tanpa perlu keluar rumah. Zaman ayah saya , zaman tahun 80-an , pilihan untuk usaha menyambung hidup masih bisa terhitung dengan jari. Jualan kue, membuka warung, menarik becak, supir, kuli bangunan, dan aktivitas-aktivitas yang menguras otot dibanding otak.

Pada era digital seperti sekarang, remaja-remaja bisa menjual barang yang trend dengan modal kecil bahkan tanpa perlu modal sekalipun. Contohnya menjadi penjual atau menjadi reseller sepatu, kosmetik, pakaian, mainan , dan sejenisnya. Sekarangpun sudah tersedia platform untuk menunjukkan bakat sekaligus bisa menghasilkan uang, seperti : youtube, instagram, blog dan wadah-wadah digital dimana dengan meningkatkan sedikit kreatifitas saja, kita tidak perlu takut untuk tidak punya uang. Semua orang yang terlibat didalam era digital bisa meningkatkan taraf hidupnya masing-masing apabila sudah memahami celahnya.

Dibawah ini akan dibahas 6 Daftar Kehebatan Serunya Hidup di Era Digital.

.

  1. Lebih Gampang Melebarkan Karir Dibanding Meninggikan karir

.

Raditya dika saat tampil di acara “Conference & Creator Award XYZ day” pada tanggal 25 APRIL 2018 di SENAYAN CITY mengungkapkan seperti ini :

“Orang-orang disekitar gue berpikir bahwa menjadi penulis itu tidak ada jenjang karir yang mumpuni , paling-paling mentok jadi Editor . Kadang temen-temen gue tanpa sadar nyombong ke gue kalau kerja di perusahaan lebih enak. “Contoh dong gue…gue nanti bisa naik level ke tingkatan-tingkatan yang lebih banyak dan tinggi” itu kata mereka. Nah gue justru bukan seperti itu pola pikirnya. Gue mindsetnya kalau jadi penulis malah arah jenjang karirnya bukan naik tapi bisa melebar. Misal gua penulis buku nih..nah suatu waktu gua jadi penulis untuk video youtube, kemudian sekarang gue jadi sutradara. Sekarang kalau dipikir-pikir uang gua jadi lebih banyakan ketimbang dompet temen gue . he he ” Kata Raditya dika dengan ekspresi jenaka.

Kalimat Raditya Dika diatas sudah sangat benar. Coba kita ingat-ingat lagi misal kita kerja di sebuah perusahaan. Di sebuah perusahaan, tentu semua pegawainya mendambakan ingin naik gaji dengan jalur naik pangkat. Hanya saja kita semua sudah paham. Untuk meningkatkan karir itu membutuhkan waktu, energi dan etos kerja yang tidak sebentar. Bahkan perlu waktu bertahun-tahun agar jenjang karir kita disebuah perusahaan bisa meningkat. Akui saja. Di era sekarang, para pemuda milenial lebih banyak sukses dari memanfaatkan internet dibanding keberhasilannya di tempat dia bekerja. Contohnya Medina Zein pengusaha produk kecantikan usianya baru 26 tahun tapi sudah memiliki omset milyaran mengalahkan gaji direktur. Atau youtuber berusia 24 tahun bernama Tobias Justin atau yang dikenal Jess No Limit mengantongi milyaran rupiah hanya dengan mengupload video dia sedang main game di situs youtube.

Nah contoh- contoh keberhasilan mereka itu bukan berasal dari kenaikan karir yang mesti nunggu hitungan tahun baru bisa sukses. Namun dengan sedikit kreatifitas dan belajar metodenya dari sang ahli, mereka sudah bisa merasakan kesuksesan lebih cepat tanpa perlu nunggu bertahun-tahun seperti sistem di sebuah perusahaan.

Bila ada pertanyaan seperti ini :
Kalau tulisan diatas pembahasannya khan tentang keberhasilan orang yang merintis usaha dari awal dan pegawai perusahaan yang ingin dapat komisi tambahan dari usaha sampingan, Nah terus untuk kami-kami yang terbiasa menjadi pekerja kasar bagaimana? Misal kami kuli bangunan, atau tukang ojek atau memperbaiki listrik, darimana kami memulai ?

Justru itulah kecanggihan era digital.

Saya contohkan teman saya bernama karsi. Sebelum pikirannya bersahabat dengan internet, hapenya masih model jadul tahun 2000-an. Itupun masih diikat karet agar chasingnya tidak lepas. Pekerjaannya serabutan. Tapi dasar ilmunya adalah elektro. Jadi dia akan mendapat kerjaan dan uang tambahan apabila dia mendapat panggilan memperbaiki barang eletronik yang rusak. Sayangnya panggilan kerja itu adanya jarang-jarang. Kemudian karena jenuh dengan kondisi dompetnya yang kadang terisi kadang tembus ke bawah ( baca : bokek ) , akhirnya mulai belajarlah dia membuat blog yang isinya tentang jasa listrik dan elektronik. Dan kurang dari 1 tahun, Karsi tidak perlu lagi kuatir tentang keuangan. Banyak orang yang menemukan blognya dan ingin menggunakan jasanya. Kini dia menjadi bos dan memiliki beberapa karyawan untuk usaha jasa service perbaikan listrik dan elektronik atas perusahaan kecil miliknya sendiri . Dan itu semua dimulai dari blog.

Cara karsi diatas bisa diadopsi untuk pekerjaan lain yang sifatnya outdoor seperti kuli bangunan atau para tukang sejenisnya. Intinya harus eksis memperkenalkan diri kita ke banyak orang dengan keberadaan kita di era digital ini. Memanfaatkan blog, social media, dan web-web sejenis akan mempermudah diri kita mendapat banyak tawaran kerjaan ketimbang hanya menjadi pasif dan cuek dengan adanya era digital.

Kesimpulan dari poin ini adalah : di era digital ini tidak sepantasnya kita menggerutu dan merasa bahwa hidup itu susah karena tidak mendapat kerjaan, atau menuntut proses naik gaji yang tidak kunjung tiba. Justru pilihan mendapatkan uang itu sangat beragam di zaman sekarang. Terlalu banyak jenis dan lowongan pekerjaan baru yang bisa kita jelajahi. Mau dia pria atau wanita. Mau dia seorang pemalas atau pegawai kantoran. Mau muda atau tua. Semua berkesempatan memiliki pilihan untuk berkarir dan berkarya dengan caranya masing-masing.

.

.

2. Mendapatkan Ribuan Ide Tanpa Cape

Pertanyaan apa saja yang ada di kepala akan didapat jawaban dan solusinya dalam waktu singkat. Ingin cari ide menjalankan bisnis modal kecil ? silahkan browsing di internet. Mau resep manjur nurunin berat badan? wah…banyak banget di internet. Mau cara dapat uang saku dari modal hape? nah apalagi. Tutorial buat robot? sukses belajar kimia? tips jadi artis? …dan ratusan bahkan ribuan pertanyaan lainnya yang ada di kepala kita bisa dimunculkan jawabannya di layar komputer atau hape kita dengan koneksi internet.

Saya masih ingat bagaimana setahun lalu adik saya yang berumur 12 tahun penasaran bagaimana proses pembuatan Drone. Coba-coba dia browsing di youtube dengan kata kunci “tips trik membuat drone dengan modal Rp 10.000” . He he . Ternyata memang banyak video tutorial merakit drone murah. Tapi ya tentu saja kesemua bahan dan alat untuk pembuatan drone ukuran mini itu minimal berbiaya sekitar Rp 40.000 . Karena adik saya ini sifatnya gak mau rugi banyak. Dia tetap kekeuh dengan pendiriannya. Mulailah dia berexperimen sendiri dengan mimpi menerbangkan drone sebatas dana Rp 10.000 rancangan pribadi. Hasil akhirnya ternyata cukup seru. Alat drone dia rakit dari bambu es krim kecil-kecil. Dan mencabut dinamo mobil mainan miliknya yang seharga ratusan ribu untuk dipindahkan ke drone buatannya itu. Lalu yang lebih mengesankan lagi dan membuat kami sekeluarga terkejut adalah : remote tv dirumah tidak bisa nyala karena batterainya diambil. Ibu kamipun mengomel.

Singkat cerita di malam itu adik saya menangis karena ternyata proyek drone nya gagal total. Kesemua struktur drone rakitannya lebih mirip orang-orangan sawah dan tentunya tidak mampu terbang sesuai harapan. Lebih menyedihkan lagi masih ditambah omelan dari ibu kami. Lengkap sudah. Tapi setidaknya saya bersyukur karena adik saya memanfaatkan internet untuk meningkatkan daya kreatif dan rasa ingin tahunya dibandingkan anak-anak lain seumurannya yang memanfaatkan internet hanya sebatas menikmati game online.

.

.

3. Mengelilingi Dunia Dengan Sempurna.

Ingin liburan ke London ? Mesir ? Amerika? Italia atau ke negeri Jepang tapi gak punya uang? atau ingin tau kehidupan orang-orang asing sembari kita nabung dulu sebelum kesana? Gampang ! .. cari aja refrensinya di internet. Dari internet kita akan paham informasi seputar orang-orang luar negri yang sedari dulu bikin penasaran. Mungkin apabila kita suatu saat ingin ke negara Korea Selatan misalnya, kita ingin kesana tapi tidak ingin melewatkan momen dan tempat wisata yang mewah. Maka sebelum kesana, kita bisa cek segala persiapan yang kita perlukan. Bisa kita browsing daerah-daerah favorit Korea Selatan yang sangat diburu. Atau kita bisa cek harga-harga penginapan dari yang mahal hingga termurah dari situs-situs travel online. Tidak lupa pula kita pelajari sedikit bahasa dan kebudayaan mereka. Pokoknya untuk era digital , perjalanan kita akan serasa lebih mudah dan happy. Bahkan dengan internet seolah kita bisa mengelilingi dunia tanpa perlu keluar dana banyak. Cukup modal quota internet dan bersender dibantal , maka nikmatilah hasil -hasil browsing dari sebuah tempat yang ingin kita kenali dengan menonton aksi para vlogger atau youtuber wisatawan.

.

.

4. Alat Dan Aplikasi Yang Tidak Pernah Mati.

Akan selalu ada alat dan aplikasi terbaru bermunculan setiap harinya. Selain mempermudah kebutuhan hidup juga menciptakan kesejahteraan manusia. Sekarang saja, kita sudah bisa menikmati yang namanya tehnologi VR , museum 3 D, Robot pembersih rumah, CCTV yang bisa diaktifkan melalui smartphone, Alarm anti maling, ikat pinggang pembakar lemak, skateboard yang bisa melayang, gelas kopi yang bisa mengaduk sendiri, dan bahkan ada box tehnologi tinggi dimana saat kita masuk di box itu, akan muncul catatan apa-apa saja jenis penyakit yang kita derita sekaligus diinfokan bagaimana menyembuhkan penyakit tersebut.

.

Upgrade tehnologi tidak akan pernah mati. Setiap saat, setiap hari akan ada saja imajinasi manusia berhasil terbukti di era digital saat ini. Semua orang memiliki ide dan bisa di realisasikan tanpa ada halangan apapun. Jadi di era digital ini akan selalu rutin memunculkan keuntungan dua pihak, sebagai penikmat tehnologi dan pencipta tehnologi yang juga diuntungkan dari yang membutuhkannya.

.

.

5. Kejahatan Yang Tidak akan pernah Bertahan

Jangan takut tertipu apabila kita ingin belanja barang ke penjual yang jaraknya puluhan bahkan ratusan kilometer dari rumah kita. Karena banyak tersedia situs platform terpercaya sebagai penghubung kenyamanan antara penjual dan pembeli. Jangan pula takut berkarya hanya karena karya kita bakalan dicontek dan dicuri orang ,karena sekarang sudah banyak tehnologi yang melacak dan membuat para pembajak karya terhakimi. Jangan takut hidup di era digital. Tapi takutlah apabila kita tidak pandai memanfaatkan era ini dan malah mengarahkan ke hal-hal yang tidak penting.

Misalnya saja kita menjadikan sosial media untuk saling serang yang menciptakan keributan dan merugikan orang lain. Tapi hal tidak penting seperti itupun sebenarnya akan gampang membuat kita jera. Contoh kasus beberapa waktu lalu ada sebuah akun social media yang menjelek-jelekkan hingga menghina artis ternama Deddy Corbuzier. Akun tersebut menyerang psikis Deddy dengan brutal hingga menjadikan kenyamanan hidup Deddy terusik. Ternyata hal tak terduga terjadi. Dengan tehnologi pelacakan yang canggih, Deddy Corbuzier didampingi kepolisian setempat berhasil melacak pemilik akun tersebut dan menemuinya langsung.

Bijaknya Deddy, beliau tidak menghakimi orang itu dengan pukulan atau tekanan fisik. Justru mengajarinya sopan santun dan menciptakan efek jera pada orang itu. Momen seperti ini sebenarnya menjadi ajaran pada kita selaku manusia yang hidup di era digital. Bahwa tidak selamanya kejahatan bisa bertahan lama. Mereka bisa terlacak, terpantau dan tertangkap. Percayalah, kejahatan jenis apapun didunia ini akan selalu ada tehnologi pengamannya. Apabila suatu waktupun akan ada kriminal online yang bisa membobol bank Swiss yang terkenal aman didunia tersebut, pasti dengan cepat akan ada tehnologi baru untuk memulihkannya.

.

.

6. Memantaskan Diri dengan Domain Pribadi

Hampir semua orang yang ingin meningkatkan level hidupnya di era digital ini memiliki domain pribadi. Domain itu menjadi identitas online atas dirinya. Para seniman, para pedagang, para pekerja dan bahkan ibu-ibu rumah tangga menjadikan domain untuk efek domino atas perspektif masyarakat untuk dirinya. Lucunya masih saja ada orang-orang yang mengabaikan pentingnya memiliki domain. Sebut saja Andi. Pria ini adalah tukang gambar sticker di emperan jalan raya dekat rumah saya. Apabila saya ingin dibuatkan gambar keren yang saya inginkan, maka Andilah orang pertama yang saya kunjungi. Sayangnya, Andi tidak memiliki situs atau blog untuk melebarkan skill gambarnya di era digital. Lucunya saat saya sarankan untuk memiliki situs atau domain agar seninya bisa dilihat oleh orang banyak, dia hanya tersenyum dan mengaku nyaman dengan hidupnya yang segitu-gitu aja.

Padahal di era digital ini, banyak para pelukis , komikus atau para seni gambar yang sukses dari mengembangkan identitas dirinya melalui domain pribadi. Sebenarnya keuntungan memiliki domain bukan sebatas meningkatkan finansial. Tapi bisa juga menjadi jembatan interaksi antara orang-orang baru yang belum kita kenal. Manfaatnya terlalu banyak. Bahkan ada remaja yang merasa terbantu dan seolah mendapat solusi ketika membaca sebuah postingan dari pemilik domain seorang ibu rumah tangga biasa. Lihat, kehebatan domain bukan cuma sebatas meningkatkan keuntungan atau mendapat partner kerja saja. Bahkan bisa menjadi inspirasi nyata untuk orang banyak.

Apabila anda ingin belajar ngeblog dari sebuah domain saran saya situs Cara membuat blog ini bisa menjadi bantuan untuk kreasi anda . Jangan lupa setelah anda sudah cukup memahami blog dan fungsinya untuk hidup anda, silahkan membuat domain dan Hosting murah disini. .

Tags:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *